Kesalahan dalam Merekrut Karyawan yang Wajib Anda Tahu

19 Mei 2022

Kesalahan dalam Merekrut Karyawan yang Wajib Anda Tahu - Mengelola sebuah bisnis, baik yang baru mulai ataupun yang sedang berkembang tentunya tidak bisa dikerjakan sendiri. Langkah tepat untuk membantu Anda dalam menjalankan bisnis adalah dengan merekrut karyawan.

Tetapi sebelum melakukan perekrutan, ketahui kesalahan dalam merekrut karyawan apa saja yang harus Anda hindari. Hal ini dilakukan agar mendapatkan calon karyawan yang tepat. Dengan demikian, baik Anda maupun karyawan tersebut dapat sama-sama membangun bisnis dengan lebih maksimal.

Berikut 10 kesalahan dalam merekrut karyawan yang wajib Anda tahu.

10 Kesalahan dalam Merekrut Karyawan

  1. Membuat Deskripsi Pekerjaan Tidak Akurat

Kesalahan dalam merekrut karyawan yang pertama adalah Anda tidak menjelaskan pekerjaan secara akurat dan jujur dalam iklan lowongan kerja. Hal ini secara besar menyebabkan Anda tidak pernah mendapatkan kandidat dengan kualitas atau kecakapan yang Anda cari. Deskripsi pekerjaan yang baik bukanlah sekadar penjabaran tugas, tetapi juga mencakup tanggung jawab utama, serta peran dalam kaitannya dalam pencapaian tujuan.

Anda juga perlu menghindari beriklan secara berlebihan. Seperti menjanjikan berbagai peluang atas peran yang ditawarkan. Hal ini dapat membuat karyawan baru Anda yang ambius akan merasa kecewa dan tidak bertahan lama jika Anda tidak bisa memenuhi janji tersebut.

  1. Tidak Merekrut dari Dalam

Terkadang, kandidat terbaik berada di depan Anda. Merekrut dari dalam tidak hanya menghemat biaya dan waktu, tetapi juga keuntungan lain bagi perusahaan.

Dalam rekrutmen internal, Anda tidak akan menghadapi masalah adaptasi karyawan. Sehingga karyawan dengan peran barunya dapat langsung bekerja cepat karena sudah terbiasa dengan proses, sistem kerja, nilai, dan budaya perusahaan Anda. Rekrutmen internal juga dapat meningkatkan produktivitas karyawan, sekaligus mempertahankan karyawan terbaik Anda.

  1. Terlalu Mengandalkan Wawancara

Beberapa rekruter hanya mengandalkan wawancara untuk mengevaluasi kandidat potensial. Sebenarnya ini bukan cara terbaik. Sebagian besar wawancara hanya akan membuang waktu, dan kurang dapat mengukur kemampuan kandidat. Dalam wawancara, seorang kandidat akan mengatakan apa saja untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda tawarkan.

Daripada hanya fokus pada wawancara, lebih baik Anda memberinya tes atau latihan untuk mengetahui seberapa bagusnya mereka dalam bekerja. Anda dapat menggunakan tes perekrutan atau contoh proyek untuk menilai kecakapan kandidat.

  1. Menunggu Kandidat yang Sempurna

Anda mungkin memiliki gambaran tentang karyawan ideal. Tetapi, saat Anda menunggu kemunculan kandidat seperti itu, Anda sedang mempertaruhkan produktivitas tim, karena semakin lama Anda menunggu maka semakin lama juga Anda mendapatkan kekurang karyawan. Hal ini akan mengakibatkan karyawan lain terpaksa harus menanggung beban ekstra dengan bekerja lembur yang dapat menyebabkan burnout.

Daripada menunggunya, lebih baik Anda mempekerjakan orang yang memenuhi sebagian persyaratan utama, sesuai dengan budaya perusahaan, dan memiliki soft skill yang Anda butuhkan. Di tempat yang tepat dengan peran yang tepat, ia akan menjadi kandidat sempurna Anda.

  1. Terburu-buru dalam Merekrut

Kandidat sempurna mungkin tidak akan muncul di depan Anda. Tapi bukan berarti Anda harus terburu-buru dalam mempekerjakan sembarang orang untuk menambal kekosongan peran di dalam tim. Anda tetap harus mempertimbangkan kualitas calon karyawan tanpa perlu merasa dikejar waktu.

Hal ini jauh lebih baik ketimbang Anda tergesa-gesa dan pada akhirnya harus mengulang proses rekrutmen akibat mendapatkan karyawan yang kurang cakap. Jika memang terpaksa, sementara berikan peran yang kosong kepada freelancer sampai Anda mendapatkan karyawan terbaik untuk peran tersebut.

  1. Tanda Sadar Bersikap Diskriminatif

Perekrutan melibatkan pengambila keputusan secara objektif. Hal itu berarti sebagai rekruter, Anda harus menghindari diskriminasi dan bias secara tanpa sadar. Misalnya, Anda mencoret kandidat karena latar belakang, kelas sosial, usia, etnis, atau jenis kelamin. Bahkan, ketika Anda membuat iklan lowongan kerja dengan mencantumkan usia dan jenis kelamin, tanpa sadar Anda sudah bersikap diskriminatif.

Menerima kandidat terlepas dari karakteristik di atas memungkinkan Anda memiliki kumpulan bakat (talent pool) yang lebih besar. Ini berarti Anda memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kandidat terbaik.

  1. Mempekerjakan Orang yang Kurang Berkualifikasi dibanding Anda

Beberapa manajer takut menghadapi seseorang yang lebih percaya diri, lebih cakap, dan lebih berbakat daripada mereka. Anggapannya, orang yang lebih berkualifikasi dapat mengancam posisi mereka dalam organisasi. Karena itu, mereka hanya merekrut orang-orang dengan kemampuan lebih rendah agar mereka tetap menjadi atasan yang paling pintar dibanding bawahannya.

Tetapi, bagi manajer yang cerdas, mereka justru membutuhkan orang-orang yang lebih cakap dari dirinya untuk berbagai wawasan dan membangun tim. Mempekerjakan orang yang lebih baik dari Anda dapat meningkatkan keterampilan Anda sendiri dan mendorong kemajuan bisnis.

  1. Menolak Kandidat yang Overqualified

Menolak kandidat yang memiliki kemampuan melebihi ekspektasi perusahaan juga merupakan kesalahan dalam merekrut karyawan lainnya. Sebagai rekruter, Anda mungkin takut mereka gampang bosan dan meninggalkan perusahaan untuk mencari tantangan yang lebih memuaskan di tempat lain. Tetapi, tahukah Anda bahwa mempekerjakan karyawan yang overqualifield itu menguntungkan?

Orang-orang dengan pengalaman dan bakat yang luar biasa dapat membantu Anda mengembangkan tim. Mereka juga tahu cara mengatasi hambatan, mencari solusi, dan membuat bisnis Anda lebih kompetitif. Karena itu, sebaiknya Anda mempertahankan orang-orang semacam ini dengan menawarkan pengembangan atau penghargaan.

  1. Terlalu Percaya Referensi

Memercayai informasi di resume sebagai kebenaran juga merupakan kesalahan dalam merekrut karyawan, lho. Spesialis rekrutmen, CareerBuilder pernah membuat survei terhadap 2.000 manajer SDM dan 60 persen di antaranya menemukan kebohongan di resume kandidat. Jadi, sekalipun resume pelamar tampak mengesankan, Anda perlu memeriksanya kembali.

Jangan terlalu percaya pada referensi, terlepas apakah baik atau buruk. Pengalaman positif seseorang di sebuah organisasi tidak otomatis membuat dia bersinar di perusahaan Anda. Begitu juga sebaliknya, referensi negatif dari atasan tidak berarti ia tidak akan berkembang bersama tim Anda. Jadi, seperti saran di atas, sebaiknya berikan tes yang relevan untuk menguji keterampilan kandidat.

  1. Berharap Terlalu Banyak dan Terlalu Cepat pada Karyawan Baru

Karyawan yang baru  Anda rekrut biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menjalani proses adaptasi dengan tim secara keseluruhan. Jika memaksanya untuk mulai bekerja cepat karena posisi yang terlalu lama kosong, Anda tidak memberinya waktu untuk orientasi. Dan apabila proses onboarding ini gagal, Anda justru akan kehilangan rekrutan baru tersebut.

Jadi, daripada tancap gas di hari pertama, lebih baik Anda bantu dia belajar, menyesuaikan diri, memperkenalkan dia pada rekan-rekannya, menjawab seluruh pertanyaannya, dan mengatur pertemuan rutin agar dia merasa menjadi bagian dari tim Anda.

Mempekerjakan staff baru bisa menjadi proses yang mahal dan memakan waktu. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk melakukannya dengan benar. Pastikan Anda merekrut kandidat yang cocok dengan pekerjaan dan perusahaan Anda, sehingga Anda tidak menghadapi masalah turnover terus-menerus.

Untuk menghindari kesalahan dalam merekrut karyawan tersebut, sebaiknya Anda selalu memeriksa referensi agar hal tersebut tidak merugikan jalannya bisnis Anda. Jangan sampai Anda salah merekrut karyawan yang mana berujung pada kerugian perusahaan Anda.

Itulah beberapa kesalahan dalam merekrut karyawan yang perlu Anda hindari. Sumber daya manusia memang masih menjadi salah satu problema bisnis yang sulit dipecahkan. Menemukan karyawan yang etos kerjanya cocok dengan Anda pun sama sulitnya. Namun, yang namanya bisnis tentu semua berproses, bukan? Perlahan tapi pasti, Anda pasti bisa menemukan karyawan yang memang sesuai dengan bisnis Anda.

Pastikan Anda menggunakan IPOS untuk memudahkan urusan operasional bisnis Anda. Pembuatan laporan keuangan, cek stok di gudang, semua bisa IPOS lakukan!

Coba gratis IPOS di sini.



Baca juga
  »
29 Juni 2022
Hardware Kasir : Perangkat Pendukung dalam Program Kasir
POS atau point of sales merupakan sebuah sistem yang memadukan antara perangkat lunak dan hardware kasir yang digunakan untuk membantu proses transaksi penjualan. Karena dinilai sangat membantu dalam operasional sehari-hari, kini banyak pelaku usaha yang menggunakannya. Jika Anda tertarik, lebih baik Anda mengenali perangkat pendukung Hardware kasir yang biasa digunakan untuk Program kasir berikut ini.

  »
28 Juni 2022
Modal Bisnis Kopi : Perkiraan dan Cara Mendapatkannya
Bisnis coffe shop alias kedai kopi memang sedang berkembang pesat beberapa tahun ke belakang ini. Gelombang third wave coffe telah membawa bisnis kopi lebih dari sekadar tempat duduk-duduk orang tua yang sedang santai. Anak-anak muda penikmat kopi pun bermunculan dan menjadikan minuman ini lebih dari sekadar konsumsi melainkan bagian dari gaya hidup. Sebagai kelompok usia paling konsumtif, anak-anak muda yang mulai ikut ngopi menciptakan peluang yang besar bagi para pebisnis. Bisnis kopi kini menggeliat pesat. Dengan berbagai konsep, berbagai produk, dan ide-ide memunculkan ribuan coffe shop unik di seluruh Indonesia. Lantas kira-kira berapakah modal bisnis kopi dan bagaimana cara mendapatkannya?

  »
27 Juni 2022
Tips Memulai Usaha Warung Kopi untuk Para Pemula
Sebagai produsen kopi berkualitas, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk memproduksi kopi siap minum. Hal ini tentunya menjadi peluang untuk usaha yang potensial. Terutama riset dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian milik Kementerian Pertanian menyatakan bahwa konsumsi kopi masyarakat Indonesia pada tahun 2016-2021 saja tumbuh sebanyak 8.22% per tahun. Sehingga walau banyak usaha warung kopi menjamur di mana-mana, peluang di bidang ini akan terus terbuka untuk Anda selama permintaan kopi terus bertambah.

  »
24 Juni 2022
5 Pelajaran Bisnis dari Film Joker dalam Kehidupan
Joker merupakan sebuah film thriller Amerika Serikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Todd Phillips, yang mengangkat kisah berdasarkan karakter antagonis musuh bebuyutan Bruce Wayne alias Batman karya DC Comics. Film ini dibintangi oleh beberapa artis papan atas seperti Joaquin Phoenix, Robert De Niro, Zazie Beetz, dan Frances Coroy. Merupakan hasil garapan rumah produksi Warner Bros Pictures, film Joker tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2019 lalu. Joker sendiri bercerita tentang Arthur Fleck, seorang comedian tunggal di Gotham, kota yang terkenal akan kesenjangan sosial. Arthur yang berasal dari masyarakat kelas bawah mengalami kegagalan selama menjalani profesinya, tekanan psikis dan diabaikan masyarakt kota Gotham pun ia rasakan.

  »
23 Juni 2022
Tips Merekrut Akuntan Terbaik untuk Majukan Bisnis
Perusahaan yang baru berdiri banyak sekali menghadapi permasalahan. Salah satu di antaranya adalah kebingungan melaporkan kinerja keuangan yang dimiliki mereka. Perusahaan startup akhirnya merekrut akuntan untuk membantu mereka mengatasi kesulitan ini. Biarpun begitu, merekrut akuntan bukanlah perkara mudah. Dalam menyewa akuntan juga perlu memperhatikan kemahirannya dalam pembukuan dan teknologi. Hal ini karena pekerjaan akuntan terkadang dalam membuat laporan keuangan juga didukung dengan penggunaan software akuntansi.