|
|
| News |
Indonesia Bangun Pusat Pelatihan TIK Rp 100 Miliar7 Mei 2008
Ardhi Suryadhi - detikinet
Lab. Komputer (Inet)
Jakarta
- Pemerintah Indonesia bersama Korea Selatan akan membangun pusat
pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau ICT Training
Center senilai Rp 100 miliar di kawasan Jababeka, Cikarang. Peletakan
batu pertama direncanakan bakal dilakukan Rabu (7/5/2008) oleh
Menkominfo Mohammad Nuh dan Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun-jin.
Badan
Litbang SDM Depkominfo Aizirman Djusan mengatakan, dana sebesar itu
merupakan hibah dari pemerintah Korsel sebesar 8,9 juta dollar AS dan
sisanya dibebankan kepada pemerintah Indonesia dalam bentuk dana
pendamping senilai Rp 15 miliar. Dana sebesar itu belum termasuk
pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan
telepon yang harus disiapkan Universitas Al-Azhar dan pengembang
Jababeka.
Training center ini diharapkan selesai dikerjakan
dalam waktu dua tahun ke depan dan akan dijadikan sebagai pusat
pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bertaraf
internasional yang ditujukan bagi para pekerja dan calon pekerja
terampil di bidang TIK dalam upaya meningkatkan kualitas,
profesionalisme SDM Indonesia.
"Kehadiran training center
ini diharapkan tidak saja untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri
tapi juga pasar global. Selain itu disiapkan untuk mencetak pekerja dan
calon pekerja profesional di bidang industri TIK," ujar Aizirman dalam
keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (6/5/2008).
Selain itu, imbuh Aizirman, training center ini juga diharapkan dapat menjadi centre of excellent dan model percontohan bagi pusat-pusat pelatihan TIK di Indonesia.
Dijelaskannya,
training center ini terdiri dari sejumlah gedung dengan luas
keseluruhan mencapai 1 hektar dan dibangun di atas tanah seluas 2,5
hektar. Selain sejumlah gedung asrama bagi peserta, pusat pelatihan ini
juga memiliki ruang-ruang kelas, laboratorium, auditorium, fasilitas
olahraga dan fasilitas lainnya.
"Pembangunan training center ini
merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama antara
Pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Litbang SDM, Depkominfo dengan
Pemerintah Korea (KOICA), yang memberikan hibah atau grant," tukasnya.
Sumber : detikinet
|
|